Kami Selaku Admin CrownQQ memberikan sebuah blog yang memposting mengenai Cerita seks dan politik , Selain itu kami juga memberikan tips-tips bermain di situs judi online kami,kami juga mereview Situs Judi Online partner kami yang dapat anda mainkan tentunya

Friday, September 7, 2018

LANGKAWI, Saya Terpesona Dengan keindahan Alam




CROWNQQ - Mungkin nama Langkawi belum sepopuler Kuala Lumpur atau Genting yaa. Saya aja baru tahu gara-gara lihat postingan salah seorang teman di akun sosmednya di tahun 2017 lalu. Foto-fotonya cukup menarik, dia berada di sebuah resortpinggir pantai. Lalu ada foto lain sedang naik cable car dan berada di atas sky bridgedi atas gunung. Hanya disebutkan lokasinya di Langkawi. “Wow! Where is Langkawi?” saya bertanya-tanya dalam hati. Awalnya saya kira berada di daerah Sumatera, ehh...setelah googlingternyata Langkawi itu ada di Malaysia, negara bagian Kedah, sekitar 400 km dari Kuala Lumpur, berbatasan dengan wilayah Thailand.

Well, Malaysia yaa. Jujur, saya hampir tidak pernah memasukkan Malaysia dalam list travelling saya. Saya pikir karena saya juga udah pernah ke Kuala Lumpur dan Genting tahun 2009 lalu, dan buat saya cukuplah. Sempat sih pas awal-awal booming Legoland di Johor Bahru, saya pengen kesana juga. Tapi dipikir-pikir lagi ahh...ngapain cuma gitu doang jauh-jauh kesana. Juga Penang dan Kota Kinabalu. Hanya keinginan yang semua cukup saya simpan di hati, kapan-kapan aja kesana :D Tapi pikiran itu berubah total ketika tahu soal Langkawi. Saya asli tergoda sekaligus penasaran, dan dalam hati saya bilang, “saya mesti kesana a s a p” :)

Dan begitulah, saya mulai rajin browsing mengumpulkan informasi tentang Langkawi. Awalnya saya coba cari paket open trip kesana. Pertimbangan saya, karena saya nggak pernah kesana jadi coba cari praktisnya. Tapi ternyata bukan perkara mudah menemukan paket open trip ke Langkawi, baik yang berangkat dari Jakarta dan apalagi dari Surabaya/kota-kota lain di Indonesia. Mayoritas open trip yang ada pasti ke Kuala Lumpur, Genting dan Legoland. Saya sempat tanya juga ke tour agent kenalan saya, dia bilang dia tidak mengadakan open trip ke Langkawi. Kalau mau ambil private tour aja, minimum 2 orang, nanti diarrangeama dia. Hmm...saya mikir-mikir dulu.

Gayung seakan bersambut ketika chat WA dengan seorang teman lama, dulu kami kenal di Jakarta tapi kemudian sama-sama back for good ke Malang. Iseng saya bilang, “jalan-jalan yuks...” dan dia langsung mengiyakan :D Dia bilang udah lama juga nggak travelling, terakhir tahun 2012 lalu ke Korsel, jadi sepertinya sudah saatnya travelling lagi. Dan ketika saya menawarkan untuk ke Langkawi, lagi-lagi teman saya itu mengiyakan, bahkan dia bilang “atur aja, aku ngikut, kita kabar-kabar aja.” Asekkk! That’s mean kami akan pergi sendiri ala backpacker, arrange sendiri, bukan ikut open trip. So, langkah pertama adalah hunting flight murah ke Langkawi dan mencari info detailnya :)

Flight ke Langkawi bisa ditempuh dari Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Penang, Singapore, Thailand, dll. Nah tadinya teman saya sempat mengusulkan gimana kalau kita sekalian ke Bangkok (Thailand) dari Langkawi. Kenapa Bangkok? Karena disana bisa shoppingbarang-barang murmer dan bagus :p  Tapi ternyata dari Langkawi ke Bangkok tuh lumayan jauh, flightnya juga lumayan mahal. Langkawi memang berbatasan dengan wilayah Thailand, tapi Thailand Selatan seperti Hatyai dan Koh Samui (bisa jalan darat juga walau lama). Sedangkan Bangkok letaknya agak ke tengah Thailand. So, Bangkok terpaksa dicoret dulu. DOMINO99

Sempat terpikir juga apa lewat Penang ya? Secara teman yang saya lihat foto-foto ke Langkawi di akun sosmednya itu dia ke Langkawi dari Penang. Saya sendiri belum pernah ke Penang. Saya  browsing dulu apa yang menarik ya di Penang. Ternyata daya tariknya ada di kota Georgetown yang kental dengan budaya dan gedung-gedung tua bernilai seni. Hmm...kayaknya bukan gue banget deh yang model-model begini *sorry :)Ditambah lagi flight Surabaya-Penang-Langkawi juga nggak murah-murah amat. So, pilihan berikutnya tinggal Kuala Lumpur, karena kalau dari Singapore pasti lebih mahal lagi, dan karena tahun 2017 lalu saya juga udah sempat ke Singapore, jadi udahlah yaa :D FlightSurabaya-Kuala Lumpur-Langkawi memang nggak murah juga, tapi setidaknya ini pilihan terbaik dari pilihan-pilihan yang ada. Pertimbangan lain, saya ada best friend juga di Kuala Lumpur yang lama nggak ketemu juga, jadi sekalian lah :) Dan begitulah, akhirnya saya deal dengan teman saya untuk beli tiket flight Surabaya-Kuala Lumpur-Langkawi. Harganya di kisaran Rp. 1,2 jutaan awalnya, tapi lucky us in the last minutes kami mau booking tiba-tiba ada promo, jadi Rp. 900 ribuan. Asekkk...lumayan!

Setelah urusan flightselesai, berikutnya adalah penginapan. Awalnya lihat di aplikasi Traveloka ada promo hotel luar negeri, dapat 1 hotel yang saya pikir lumayan dari segi harga dan fasilitasnya. Lokasinya di Kuah, Langkawi. Tapi beberapa hari sebelum booking tuh hotel, teman saya dapat saran dari temannya yang sudah pernah ke Langkawi, katanya, ”cari hotel di daerah Cenang saja, selain dekat pantai juga suasananya lebih hidup sampai malam hari” So, browsing-browsing lagi deh, kali ini coba aplikasi Agoda, dan ternyata banyak pilihan hotel yang lumayan ok di daerah Cenang. Akhirnya kami deal ambil 1 kamar hotel bintang 3, lokasinya di Jl. Pantai Cenang, harganya sesuai budgetkami, include breakfast pula :)

Berikutnya sambil menyusun itinerary kami discuss lagi soal transportasi selama di Langkawi. Dari berbagai info yang saya dapat, Langkawi itu pulau kecil yang belum ada public transport. Jadi disarankan rent car/motor atau naik taxi konven/online jika ingin jalan-jalan keliling Langkawi. Bersyukur saya join grup Backpacker International di FB karena dari grup tersebut saya banyak sekali dapat info-info tripLN. Termasuk soal rent car di Langkawi, ada anggota grup yang merekomendasikan sebuah nama. Saya coba menghubungi via WA, orangnya ramah dan bisa bahasa Indonesia juga (campur Bahasa Melayu hehehe...), saya bilang kami perlu tanggal 15 Maret 2018 dan dia bilang ready. Sip deh!

Tanggal 14-18 Maret 2018 adalah waktu yang saya dan teman saya pilih, 2 malam di Langkawi dan 2 malam di Kuala Lumpur. Dalam blog ini saya hanya akan bahas tentang Langkawi yaa (sesuai judul di atas), sedangkan untuk Kuala Lumpur mungkin akan saya bahas next time...next blog :p

Dan begitulah, tanggal 14 Maret 2018, saya dan teman saya berangkat dari Malang sekitar jam 04.00 WIB, dijemput travel yang sudah kami pesan H-3, menuju Bandara Juanda, Surabaya. Flight kami jam 10.00 WIB dan paling tidak kami harus siap 3 jam sebelum waktu take off. Thanks GOD, perjalanan Malang-Surabaya di kala subuh itu cukup lancar, bahkan kami agak kepagian juga sampai ke bandara. Hehehe...nggak papa deh, mending kepagian daripada terlambat. Saya dan teman saya menyempatkan diri untuk breakfast dulu di food court, lanjut ngupi-ngupi pagi. Perjalanan kami masih akan panjang, jadi energi harus cukup lah :D BANDARQ

Kuala Lumpur International Airport (KLIA)

Thanks GOD again flight dari Juanda cukup on time dan lancar sepanjang perjalanan ± 2 jam 45 menit menuju KLIA. Yup, di bandara ini saya dan teman saya akan transit sekitar 2 jam untuk ganti pesawat Kuala Lumpur-Langkawi. Waktu check in di Juanda tadi kami sudah dapat 2 lembar boarding pass, jadi ketika kami sampai di KLIA kami tinggal mencari gate untuk flight lanjutan. Nah, disini saya dan teman saya sempat bingung karena cabincrew pesawat kurang informatif soal ini. Jadilah setelah turun pesawat saya dan teman saya berjalan sambil nanya-nanya dan lihat papan petunjuk di bandara. Bersyukur papan petunjuknya cukup jelas, ternyata juga gate yang harus kami tuju (gate A8)itu di gedung yang berbeda, so kami naik sky train bandara menuju kesana. Asik juga naik sky train, bisa lihat pemandangan KLIA walau sekilas, karena kereta ini jalannya cukup cepat dan otomatis tanpa pengemudi :D

Sampai di gedung yang dimaksud, saya dan teman saya baca lagi petunjuk arah. Kami mesti ke kanan turun escalator, rada sepi juga dan kami sempat nggak yakin gitu takut salah arah hehehe...Ternyata benar, escalator itu mengarah ke loket imigrasi KLIA. Setelah dari sana baru deh menuju gate A8, jalan kakinya lumayann...:D

Di kanan kiri menuju gate banyak cafe, toko makanan, toko souvenirdan kursi pijat gratis. Mirip-mirip dengan Bandara Changi, Singapore cuma bedanya tidak ada kran air minum gratis di KLIA ini, adanya mesin-mesin swalayan minuman. Sebenernya saya udah lumayan laper, udah rada lewat jam makan siang juga. Tapi akhirnya setelah discuss ama teman saya, kami pikir nanti sampai Langkawi aja cari makanan. Jadi di KLIA ini kami beli minuman aja, di mesin itu. Minumannya cukup variatif, kami pilih minuman botol semacam milk mango gitu, rasanya enakkk...harganya RM 2. Syukurlah teman saya bawa bekal roti lumayan banyak, jadi lumayan buat ganjel perut kami hehehe...

Langkawi International Airport

Flight Kuala Lumpur-Langkawi rada delaysekitar 20 menit dan di dalam pesawat saya dapat tempat duduk dekat jendela, sebelah saya kosong. Teman saya dapat tempat duduk di sisi satunya yang dekat jendela juga, sebelahnya suami istri orang India gitu. Tadinya saya ingin teman saya pindah ke sebelah saya, tapi dia udah keburu pelor alias tidur zzz...zzz... jadilah sepanjang perjalanan itu saya duduk sendirian. Saya nggak terlalu bisa tidur, jadi saya lihat ke luar jendela sekaligus foto-foto pake camera pocket saya (handphone saya matikan total). Cuaca cerah di luar, langit biru, awan-awan putih...ahh...saya selalu bersyukur setiap kali naik pesawat dan bisa memandang lukisan indah SANG MAHAKUASA ini, termasuk kali ini menuju Langkawi :)



view sesaat sebelum landing di Langkawi International Airport...cantik yaa :D

dokpri
dokpri
Perjalanan ± 1 jam 5 menit Kuala Lumpur-Langkawi cukup lancar dan sudah hampir jam 17.00 waktu Malaysia ketika sampai. Kami turun pesawat lewat pintu depan dengan menggunakan tangga, di luar lumayan cerah sekaligus panas. Begitu turun pesawat spontan saya bilang ke teman saya, “Bandaranya kayak di Malang ya...kayak Abd...” dan teman saya mengiyakan seraya tertawa-tawa. Dan memang beneran sih mirip dengan Bandara Abd. Saleh di Malang, karena di sekitarnya juga tampak pegunungan, suasananya juga mirip. De javu deh, serasa pulang kampung :D


di luar bandara, sesaat setelah turun pesawat :

dokpri
dokpri
     
sambil nunggu ngambil bagasi, saya dan teman saya masing-masing selfiedi depan Langkawi Map di dalam bandara ini :D

dokpri
dokpri
dokpri
dokpri
Setelah selesai ambil bagasi, saya dan teman saya cari taximenuju hotel tempat kami menginap. Pilihannya bisa naik taxi konven or taxi online seperti Grab/Uber. Taxi konven ada yang resmi dari bandara dengan menggunakan kupon, tarifnya fix tergantung tujuan (istilah disini kereta sewa). Ada juga orang-orang yang menawarkan mobilnya untuk disewakan, tarifnya sesuai kesepakatan saja (semacam taxi gelap).
Sedangkan kalau mau naik taxi online, disarankan jalan agak keluar bandara sedikit, tarifnya pasti lebih murah. Saya dan teman saya akhirnya memutuskan naik kereta sewa yang pakai kupon itu, loketnya tidak jauh dari tempat kami ambil bagasi. Tarifnya RM 20, mobilnya mirip angkot di Indonesia, atau mirip dengan angguna yang duluuu...pernah beroperasi di Surabaya :D

Destini Akef Villa

Perjalanan dari Bandara Langkawi ke hotel tempat kami menginap ternyata tidak terlalu jauh juga, sekitar 15 menit saja naik kereta sewa. Hotelnya terletak di Jl. Pantai Cenang, di jalan raya yang sepertinya cukup ramai sehari-harinya. Sudah menjelang Maghrib tapi masih terang benderang ketika saya dan teman saya check in di hotel ini. Kami dapat kamar di lantai 2, letaknya agak di pojok. Hotel ini dari luar kelihatan kecil, tapi ternyata dalamnya memanjang.

Bangunannya dua tingkat dengan balkon, jadi kamar-kamarnya menghadap ke arah swimming pool di lantai bawah. Juga tampak sawah dan gunung yang menjadi latar belakang hotel ini. Sebuah pemandangan indah yang sudah jarang saya temui :)

dokpri
Kamar yang saya tempati dengan teman saya pun cukup besar, kamar mandinya juga cukup lega, dan ternyata ada pintu lagi yang menghubungkan dengan balkon di sisi lain. Balkon yang ini menghadap ke sawah dan jalan raya. Senang lihatnya :)
dokpri

Oh ya, satu lagi di ujung koridor lantai dua ini disediakan dispenser air minum (selain air mineral botol di masing-masing kamar) untuk tamu-tamu hotel. Ini worth it banget, jadi kami nggak perlu repot-repot beli air mineral, ngirit lah hehehe...Thanks GOD again!
 Saya dan teman saya memutuskan untuk istirahat sejenak, leyeh-leyeh setelah perjalanan kami yang lumayan panjang tadi. Teman saya malah bisa tidur nyenyak, saya nggak terlalu. Kami baru terjaga lagi sekitar jam 20.00 dan lagi-lagi di luar sana masih terang, masih kayak jam 17.30an di Indonesia. Kami siap-siap jalan lagi dengan tujuan ke arah Pantai Cenang dan sekitarnya.

Jalan Pantai Cenang

Dari hotel sekitar jam 21.00 saya dan teman saya pesan Grab dengan tujuan Cenang Mall, karena kalau lihat mapkayaknya disitu ramai. Cukup cepat juga Grab nya datang, tarifnya RM 6, drivernya cukup ramah dan bisa bahasa Indonesia juga. Dia bilang kawasan yang kami tuju itu memang kawasan ramainya Langkawi, dan ternyata hanya sekitar 5 menit perjalanan dari hotel.

Benar saja, beberapa meter sebelum sampai Cenang Mall, saya dan teman saya melihat banyak sekali toko, resto, cafe dan duty free shop berjejer di sepanjang jalan. Juga yang langsung terlihat oleh kami adalah deretan mobil yang menjual street food dan minuman dingin. Suasananya seperti Legian, Bali...banyak bule juga wira-wiri...Wuah!

Turun di depan Cenang Mall, saya dan teman saya memutuskan tidak jadi masuk ke dalam karena dipikir-pikir lagi di dalam mall pasti ya gitu-gitu aja. Pemandangan di sepanjang jalan yang tadi kami lihat jauh lebih menarik :D Dan begitu lah, kami menyeberang dan menuju sebuah mobil pick up yang sudah dimodifikasi, yang menjual street food aneka sate dengan harga yang murah meriah, di kisaran RM 2. Hmm...seem so yummy!

Saya dan teman saya langsung pesan disitu. Saya pesan sate beef, shrimp, bakso, nugget, sosis, dll dengan saus kacang. Sementara teman saya pesan juga dengan saus tomat. Disitu ada nasi impit, kalau lihat bentuknya semacam buras/ketupat tapi dibungkus plastik. Saya beli juga, karena saya belum makan nasi dari siang tadi biar nggak kelaperan juga hehehe...Total saya bayar RM 20 disitu dan kenyang banget :D

Tidak jauh dari situ ada mobil lagi yang menjual minuman dingin, yang ternyata ada pilihan: lemon juice, sweet corn juice dan mango juice. Saya dan teman saya jelas tergoda dan kami beli 2 gelas mango juice harganya @ RM 7 dan 1 gelas lemon juice harganya RM 6. Mangonya rada beda ya dengan di Indonesia, warna kulitnya lebih kuning mirip pepaya, lebih lonjong dan rasa juice nya enak. Sedangkan lemon juice nya sih mirip lemonade ya....segar dan tidak asam.

Dari situ saya dan teman saya berjalan kaki sambil cuci mata lihat-lihat yang sekiranya menarik. Kami berhenti di seberang Warisan Duty Free Shop dan memutuskan untuk masuk. Menurut info yang saya baca dan dengar, Langkawi memang pulau bebas pajak, jadi belanja apapun disini pasti murah, termasuk juga bagi penggemar cokelat, disini surganya :D Dan begitulah, ketika saya dan teman saya masuk ke dalam berbagai jenis cokelat terhampar di depan kami, juga aneka minuman sachet, snack dan juga mainan, yang bikin laper mata. Cukup lama kami berada disini untuk lihat-lihat dan akhirnya belanja. Saya beli minuman chocolate instant (1 bungkus isi 15 sachet) dan wafer made in Germany (1 bungkus isi 18 pcs). Lumayanlah :)

Sudah lewat jam 22.00 ketika saya dan teman saya keluar dari situ, kami jalan kaki lagi. Di jalan kami nemu toko yang jual coconut ice cream. Saya beli 1 biji harganya RM 2, sekalian kami numpang duduk juga disitu. Ice creamnya enak, ada potongan kelapa mudanya gitu.

dokpri
Sekitar jam 22.30an saya dan teman saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Berhubung sama-sama tidak punya dan tidak beli paket roaming internasional /lokal Malaysia, jadi kami tidak bisa pesan taxi online dari handphonekami. Pilihannya mau tidak mau ya naik taxi di sekitar situ dan mesti pintar-pintar nawar juga, karena jarang yang pakai argometer. Kami dapat taxi akhirnya dengan harga RM 10.
Sampai hotel saya mandi, beres-beres dikit, menghitung expenses sehari itu, ngobrol-ngobrol bentar dengan teman saya, nonton TV, lalu tidur deh. Thanks GOD for the first day here. Besok bakal lebih padat dan panjang agenda kami...dan...masih di Langkawi :) AGENBANDARQ

Share:

0 comments:

Post a Comment

Copyright © News Pandawa | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com